Palembang – Pelajar di Sumsel nampaknya akan kembali menjalani proses belajar mengajar secara tatap muka, setelah hampir dua tahun ini belajar secara daring (Dalam Jaringan) atau virtual. Kebijakan ini diambil, setelah berkonsultasi dengan ahli epitemologi dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).
Wakil Ketua Komisi V DPRD Sumsel, Mgs H Syaiful Fadli, mengatakan, sudah hampir dua tahun ini siswa belajar secara daring, akibat wabah covid 19. Setelah dilakukan evaluasi dan berbagai pertimbangan, saat ini sejumlah sekolah mulai merencanakan tatap muka kembali salah satunya di Provinsi Sumsel.
“Kesiapan Sumsel untuk tatap muka pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang akan datang telah hampir menyentuh angka seratus persen, tetapi ada beberapa hal yang harus diperhatikan terutama untuk Dinas Pendidikan di seluruh wilayah Sumsel,” ujar Syaiful.
Selain itu, lanjut Syaiful, pemberlakuan PPDB tatap muka ini merupakan hasil pertimbangan dari beberapa pendapat ahli epitemologi, dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Dimana keduanya telah merekomendasikan wilayah Sumsel untuk bisa melakukan pengajaran tatap muka.
Selain itu, rencana tatap muka ini juga telah mendapat lampu hijau dari Pemprov Sumsel dengan meninjau dari sisi jumlah guru yang telah melaksanakan vaksin Covid-19.
“Seperti yang sering saya sampaikan indikatornya ialah dengan melihat jumlah guru yang di vaksin dan Alhamdulillah ini sudah lebih lima puluh persen, artinya kesiapan itu sudah hampir seratus persen,” kata Syaiful.
Meskipun demikian, dia menekankan Dinas Pendidikan melalui para pengawas yang ada disekolah-sekolah, wajib saling bekerja sama dalam mengawasi jalannya tatap muka agar tetap memberlakukan protokol kesehatan yang ketat. “Jangan sampai kita telah menyiapkan prokes tidak ada pengawasan, percuma,” tuturnya.
Politisi PKS ini menambahkan apabila ada sekolah yang tidak menerapkan prokes dengan baik, seperti jumlah siswa dan jam belajar yang tidak dilakukan pembatasan, tidak ada tempat cuci tangan, tidak menyiapkan handsatitizer dan beberapa aturan protokol kesehatan lainnya maka sekolah tersebut akan dilakukan penutupan kembali.








