REHAT – Wakil Bupati (Wabup) Musi Banyuasin (Muba), Beni Hernedi mengusulkan kepada Pemerintah Pusat untuk membentuk badan khusus yang berfungsi untuk mengatur harga komiditi karet serta pengelolaannya.
Menurut Beni, dengan dibentuknya Badan tersebut, sehingga pengelolaan karet dari para petani dapat dikelola dengan baik. Begitupun dengan harganya tidak anjlok seperti saat ini.
“Negara harus menyiapkan badan tersendiri untuk mengatur harga karet serta pengelolaannya. Karena karet ini merupakan komoditas mayoritas masyarakat di pulau Sumatera yang menjadi pondasi ekonomi rakyat. Sehingga roadmap dari badan tersebut bisa benar-benar mengurus dan memperhatikan karet tersebut,” ujar Beni, Minggu petang (25/11).
Beni juga mengapresiasi langkah Presiden RI Jokowi yang memperhatikan nasib petani karet. Sebagaimana Jokowi menyatakan akan memanfaatkan karet untuk bahan campuran aspal jalan.
Jokowi mengatakan, melalui kementerian PU PR akan membeli karet langsung dari petani seharga Rp 7.500- Rp 8.000 per kg. Harga tersebut lebih mahal dibanding harga karet di pasaran saat ini yang hanya Rp 5.000 per kg.
Kepala Negara mengatakan, akan membeli sebanyak 5.000 ton karet dari Sumsel untuk dimanfaatkan sebagai aspal karet.
Terkait hal itu, Beni kembali mengusulkan agar pemerintah membeli karet petani diangka Rp 10.000 per kg. Harga itu dinilai sangat layak untuk membantu mensejahterakan petani karet.
Kabupaten Muba, lanjut dia siap menyuplai kebutuhan karet yang dibutuhkan pemerintah pusat sebagai bahan campuran aspal karet.
“Kabupaten Musi Banyuasin siap untuk menyuplai karet sebagai bahan baku aspal karet di Indonesia,” pungkas Politisi PDIP ini. (Alf).








