REHATNEWS – Anggota Komisi V DPRD Sumsel Rizal Kenedy meminta kepada Dinas Kesehatan untuk memprioritaskan vaksinasi bagi guru yang mengajar di Sekolah Luar Biasa (SLB). Selain kepada guru, siswa yang sudah masuk dalam kategori penerima vaksin juga harus divaksin.

Menurut Rizal, proses belajar yang diterapkan kepada siswa SLB harus dilakukan secara tatap muka. Hal ini berbeda dengan siswa di sekolah biasa lainnya yang bisa menerapkan pola belajar secara virtual.

“Guru SLB inikan beda, dia mengajarnya harus tatap muka, Karena itu kami minta guru SLB ini harus divaksinasi terlebih dahulu,” kata Rizal pada rapat komisi V dengan Dinas Kesehatan Sumsel, Rabu (14/4/2021).

Politisi PPP ini menilai vaksinasi para guru SLB sangat penting untuk mencegah penyebaran virus Covid 19 kepada para siswa SLB yang cukup rentan terpapar virus asal Wuhan tersebut.

Sementar itu, Wakil Ketua Komisi V DPRD Sumsel, Mgs Syaiful Padli mengatakan, jika vaksinasi terhadap guru di Sumsel belum mencapai angka 50 persen lebih, maka pihkanya akan merekomendasikan balajar secara tatap muka yang sedianya bakal berlangsung Juni mendatang untuk ditunda.

“Kalau memang belum 50 persen lebih baik ditunda saja. Makanya, kita minta data progres vaksinasi guru dari Dinkes Sumsel,” ujar Wakil Ketua Komisi V DPRD Sumsel, Syaiful Fadli.

Syaiful mengatakan, target capaian vaksinasi tersebut paling tidak harus sudah tercapai satu bulan sebelum pelaksanaan sekolah tatap muka dimulai.

“Tenaga pengajar maupun tenaga kependidikan lainnya harus steril dulu. Sehingga siswa juga bisa terlindungi dan nyaman saat belajar,” katanya.

Selain guru, politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu juga mendesak agar pelaksanaan vaksinasi juga bisa menyasar siswa sekolah yang telah berusia diatas 18 tahun.

“Baik dari sisi guru atau siswa juga harus mengikuti vaksinasi ini. Demi kelancaran proses pembelajaran tatap muka,” ucapnya.