Palembang – Ribuan massa yang tergabung dalam Cipayung Plus Sumatera Selatan menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Sumatera Selatan, Senin (22/6/2026). Aksi tersebut mengangkat berbagai isu nasional dan daerah yang dinilai semakin membebani kehidupan masyarakat.
Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan lima tuntutan utama, yakni pembubaran MBG dan KDMP, stabilisasi harga BBM non-subsidi serta jaminan ketersediaan BBM bersubsidi, penanganan depresiasi rupiah dan restrukturisasi APBN untuk kepentingan rakyat, penegakan supremasi sipil dengan menempatkan TNI/Polri sesuai amanat undang-undang, serta mewujudkan pendidikan dan kesehatan gratis melalui kebijakan pajak kekayaan.
Aksi berlangsung dengan berbagai bentuk penyampaian aspirasi, salah satunya aksi simbolis berupa tabur bunga di atas topeng yang menggambarkan Presiden Republik Indonesia, Wakil Presiden Republik Indonesia, dan mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).
Sekretaris DPC GMNI Kota Palembang, Hendri Pernanda, yang turut berorasi dalam aksi tersebut menyampaikan bahwa aksi simbolis itu merupakan bentuk kekecewaan dan kemarahan masyarakat terhadap kondisi yang terjadi saat ini.
“Aksi simbolis ini adalah bentuk kemarahan masyarakat karena matinya perasaan pemimpin negara, matinya kepedulian pemerintah terhadap rakyat, dan matinya hati nurani para pemimpin negara. Rakyat hari ini merasa semakin jauh dari perhatian pemerintah,” tegas Hendri Pernanda di hadapan massa aksi.
Menurut Hendri, berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, mulai dari tekanan ekonomi, kenaikan biaya hidup, hingga sulitnya akses terhadap layanan dasar, seharusnya menjadi perhatian utama pemerintah. Namun, ia menilai kebijakan yang diambil belum sepenuhnya berpihak kepada kepentingan rakyat.
Dalam orasinya, Hendri juga menyoroti peran lembaga legislatif yang menurutnya belum menjalankan fungsi pengawasan secara maksimal terhadap pemerintah.
“Saat ini DPR bukan lagi Dewan Perwakilan Rakyat, melainkan Dewan Pengkhianat Rakyat apabila tidak mampu memperjuangkan kepentingan masyarakat dan hanya menjadi alat legitimasi kekuasaan,” ujar bung Hendri
Melalui aksi tersebut, Cipayung Plus Sumatera Selatan berharap pemerintah pusat maupun daerah dapat mendengar dan menindaklanjuti berbagai tuntutan yang disampaikan. Massa juga menegaskan akan terus mengawal isu-isu kerakyatan hingga terdapat langkah nyata yang berpihak kepada masyarakat.
Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan dan berakhir dalam suasana tertib. Massa menegaskan bahwa gerakan yang dilakukan merupakan bagian dari upaya menyuarakan aspirasi rakyat demi terwujudnya perubahan yang lebih baik bagi bangsa dan daerah.(wan)








