Palembang, – Puluhan peneliti naskah dari berbagai latar belakang memadati Istana Adat Kesultanan Palembang Darussalam hari ini untuk mengikuti workshop yang diselenggarakan oleh UIN Raden Fatah Palembang. Kegiatan ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman tentang sejarah Kesultanan Palembang Darussalam melalui paparan langsung dari Sultan Mahmud Badaruddin IV Jaya Wikramo, (6/9)

Dalam kesempatan tersebut, Sultan IV memperlihatkan berbagai peninggalan bersejarah, termasuk Al-Qur’an bertulisan emas dan jubah peninggalan Sultan Mahmud Badaruddin II. Sultan juga mengungkapkan kisah perjuangan Kesultanan Palembang Darussalam melawan Belanda yang berakhir pada 1823 setelah beberapa kali pertempuran. Sultan dan keluarganya ditangkap dan diasingkan ke Ternate hingga akhir hayatnya pada 1862.

SMB IV menjelaskan bahwa Kesultanan Palembang Darussalam, yang berdiri antara abad ke-17 hingga ke-19, dihidupkan kembali pada 2003 sebagai simbol kebudayaan di Sumatera Selatan. Ia juga menceritakan bahwa ia naik tahta menggantikan ayahnya, SMB III, pada 2017.

Jubah kuno berwarna kuning orange dengan motif bunga yang dimiliki oleh Sultan Mahmud Badaruddin II menjadi salah satu koleksi paling menarik dalam acara tersebut. Jubah ini, yang diperkirakan berumur antara 200 hingga 300 tahun, disimpan di ruangan khusus di Istana Adat dan menjadi simbol kekayaan budaya Kesultanan.

Alan Darmawan, panitia workshop, mengungkapkan bahwa peneliti dari Indonesia, Singapura, dan Malaysia hadir untuk mendalami naskah dan arsip bersejarah Kesultanan Palembang Darussalam. “Kami berharap penelitian ini akan memberikan wawasan mendalam mengenai sejarah dan warisan budaya Kesultanan,” katanya.

Kegiatan ini diharapkan dapat memperkaya pengetahuan tentang sejarah dan budaya Kesultanan Palembang Darussalam melalui kajian akademik lebih lanjut.(dud)