PALEMBANG – Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, menegaskan komitmeya untuk memperkuat kerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Republik Indonesia. Penegasan ini disampaikan saat pertemuan dengan Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti, di Griya Agung, Palembang, Kamis (25/5). Kemitraan strategis ini bertujuan untuk mendukung Program Transformasi Digital dan Pemberdayaan Statistik (DTSEN) guna mempercepat pembangunan dan meningkatkan kualitas data di Sumatera Selatan.

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Herman Deru menekankan pentingnya data yang akurat sebagai fondasi utama dalam perumusan kebijakan dan perencanaan pembangunan daerah. “Data adalah kompas kita dalam membangun. Tanpa data yang valid, program dan kebijakan yang kita jalankan tidak akan tepat sasaran,” ujar Deru. Ia menambahkan bahwa Provinsi Sumatera Selatan memiliki sejarah panjang kerja sama yang baik dengan BPS, yang selama ini menjadi sumber “data satu pintu” yang terpercaya dan diandalkan dalam berbagai pengambilan keputusan.

Gubernur juga menyambut baik inisiatif BPS melalui DTSEN untuk meningkatkan kualitas dan kecepatan penyediaan data yang relevan. Secara spesifik, Herman Deru berharap BPS dapat lebih mengintensifkan upaya peningkatan kualitas data Indeks Pembangunan Manusia (IPM), khususnya pada sektor pendidikan dan kesehatan, yang menjadi prioritas pembangunan di Sumsel. Selain itu, ia meminta perhatian lebih pada data-data fundamental yang menjadi indikator kinerja pembangunan, seperti pertumbuhan ekonomi, angka kemiskinan, inflasi, tingkat pengangguran terbuka, hingga rasio Gini. “Kami ingin data-data ini tidak hanya akurat tetapi juga mampu memberikan gambaran utuh untuk intervensi kebijakan yang lebih efektif dan terukur,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti, menyampaikan apresiasi atas dukungan konsisten Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terhadap berbagai kegiatan BPS, termasuk penyediaan fasilitas dan sumber daya. Ia menjelaskan bahwa Program DTSEN merupakan inisiatif strategis BPS untuk merevolusi proses pengumpulan, pengolahan, hingga diseminasi data melalui pemanfaatan teknologi digital secara maksimal. “DTSEN adalah upaya kami untuk mewujudkan ekosistem Satu Data Indonesia yang lebih kuat, terintegrasi, dan responsif terhadap kebutuhan pengguna data di seluruh tingkatan,” terang Amalia.

Menurut Amalia, tujuan utama DTSEN adalah mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi nasional, mengurangi angka kemiskinan, dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui ketersediaan data yang cepat, presisi, dan relevan. Ia juga menekankan pentingnya BPS untuk senantiasa adaptif dan responsif terhadap dinamika kebutuhan informasi dari berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, akademisi, sektor swasta, hingga masyarakat umum. Dalam kesempatan tersebut, Amalia turut membahas persiapan Sensus Pertanian (ST) 2023 yang akan segera dilaksanakan. Ia secara khusus meminta dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan agar pelaksanaan sensus ini berjalan lancar, mencapai cakupan maksimal, dan menghasilkan data pertanian yang komprehensif, krusial bagi ketahanan pangan dan kesejahteraan petani.

Pertemuan ini menegaskan komitmen bersama antara Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan BPS RI untuk terus berkolaborasi dalam menghasilkan dan memanfaatkan data berkualitas tinggi demi tercapainya pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing di Sumatera Selatan.