RehatNews, Muba– Tumpahan minyak mentah di aliran Sungai Dawas dan sungai Parung Desa Srigunung Kecamatan Sungai Lilin, hingga selasa (15/11) Pagi ini terlihat semakin bertambah banyak.
Namun, tercemarnya sungai tersebut sejak kemarin hingga hari ini, belum terlihat ada tim terkait yang memeriksa atau mending jauh langsung ke lapangan apa yang menjadi sumber dan upaya apa untuk mengatasi genangan minyak mentah tersebut.
Salah satu tokoh masyarakat (Tomas) desa dawas Edwin kepada awak media mengatakan hingga hari ini belum terlihat adanya upaya untuk mengatasi pencemaran akibat minyak mentah tersebut.

Dirinya menyebut, sungai yang sudah tercemar ini merupakan sumber pencarian warga yang setiap harinya sebagai nelayan untuk mencari ikan.
“Kami berharap agar pihak terkait untuk segera melakukan evakuasi agar pencemaran minyak mentah tersebut tidak sampai meluas. Saat ini sungai yang tercemar sudah sampai ke sungai parung Desa Srigunung Kecamatan Sungai Lilin,”ungkap Edwin.
Edwin biasa diasapa Kuyung Manaf meminta kepada pihak terkait agar kiranya para penambangnya ilegal ini jangan hanya semata-mata ingin mengambil keuntungan yang besar namun mengabaikan dampak terhadap lingkungan, Kebakaran dan lainya.
Dirnya berharap agar kiranya pemerintah tidak bosan -bosanya untuk terus bisa memberi peringatan atau aturan bagi parah penambang akan bahaya bahaya nya kebakaran terlebih dampak lingkungan, seperti saat ini dampak dari penambangan ilegal tersebut minyak mentah yang dihasilkan dari pengeboran sudah mencemari aliran sungai,”cetusnya.
“Kalau melihat kondisi yang ada terlihat semakin banyak, belum ada tim dari mana pun yang memeriksa keberadaan minyak ini,” cetusnya.
Lanjut dia, Keberadaan minyak mentah tersebut yang saat ini menggenagi sungai tentu saja sangat menganggu, akibatnga warga nya tidak bisa beraktifitas diareal sungai.
“Kalau biasanya warga yang mencari ikan di sungai sekarang tidak bisa lagi, tentu ini sangat menganggu warga kami,” tegasnya.
Belum diketahui secara jelas sumber minyak tersebut, namun banyak kabar beredar jika minyak mentah ini berasal dari aktifitas ilegall drilling atau penambangan minyak ilegall di daerah Tanjung Dalam.
“Mungkin saja dari Tanjung Dalam sumber minyak ini, namun untuk kepastian tentu saja harus mengecek langsung ke lapangan,” imbuhnya.(fiz)








