Prabumulih | Sudah bukan rahasia lagi bahwa Kepala Desa Muara Sungai Kecamatan Cambai Prabumulih ‘Lidaryadi’ punya isteri muda. Cerita asmara Kades Lidaryadi ini bahkan acap menjadi bahan gunjingan warga nya sendiri.
Sebenarnya tak ada salahnya seseorang Pria memiliki isteri lebih dari satu, hanya saja konsekuensi dari berbagi hati, waktu bahkan dana belanja asmara cinta segitiga tersebut sebagai sosok Kepala Desa yang saat ini tengah diamanahi Jabatan bahkan diberikan sangu (bekal) dana dari Pemerintah Pusat yang kita kenal dengan Dana Desa tentu lah menimbulkan beragam asumsi dan dugaan miring terhadap sang Kades ini
Wajar jika ada isu miring yang menyebutkan bahwa ‘Dana Asmara’ sang Kades untuk mempersunting pujaan hatinya si itu bersumber dari Dana Desa ini.
‘Sst Jangan-jangan Biaya nya dari Dana Desa” celetuk warga yang minta identitas nya disamarkan.
Sebut saja Boy, pemuda warga Muara Sungai yang memberikan tanggapan nya mengenai Hot Gossip ini. Sepengetahuan dia Pak Kades lebih sering berada di rumah isteri muda nya yang berada di Desa Pangkul, daripada dikediaman isteri Pertamanya di Desa Muara Sungai.
“Kayaknya Semangat membangun Desa sudah mulai luntur, tergerus Asmara bersama isteri muda dan urusan rumah tangga barunya” sangka Boy sembari mengernyitkan keningnya.
Ada juga Sarno yang mengungkapkan bahwasanya, Geliat pembangunan di Desa Muara Sungai masa kepemimpinan Lidaryadi terkesan mandek alias tak jalan, sehingga pantas menimbulkan prakiraan bahwa alokasi Dana Desa tersalur ke pundi pribadi miliknya.
“Dan situasi ini berlaku sejak Pak Kades punya isteri mudanya” ucap Pria ini menduga.
Kata kata Sarno perilaku Kades ini persis betul seperti apa yang dikhawatirkan oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Marwan Jafar (seperti dilansir dari Republika.co pada November 2020 lalu) Menteri Marwan mengatakan, dana desa tidak boleh digunakan untuk keperluan kesenangan pribadi.
“Apalagi buat kawin lagi. Jangan buat kawin lagi lho ya dananya, kalau ada yang digunakan untuk hal tak benar nanti akan kelihatan,” kata Marwan serius.
Kalau sampai dana desa diselewengkan untuk kepentingan pribadi maka Menteri Desa berhak menunda mengucurkan dana desa. “Saya punya hak untuk menunda pengucuran, saya punya hak itu.” Lugas Menteri Marwan
Dana desa, ditegaskannya, untuk membangun infrastruktur desa sehingga meningkatkan perputaran uang dan ekonomi di desa. Dalam membangun infrastruktur desa diupayakan tenaga kerja diambil dari desa, membeli pasir juga dari desa sehingga perputaran uang bisa meningkatkan ekonomi warga desa.
Sehingga kontribusi dana desa untuk menekan angka kemiskinan bisa terwujud. Selain itu juga mampu menyerap tenaga kerja dari desa itu sendiri.
Nah jika benar dugaan seperti isu yang berkembang bahwa sang Kades Lidaryadi ini telah menggunakan entah sebagian atau sejumlah uang Dana Desa untuk kepentingan pribadi apalagi untuk ‘Dana Asmara’ nya dengan sang Kekasih sungguh tidak mengindahkan instruksi dari Menteri Pemberdayaan Desa.
Bahkan isu mengenai modus penyalahgunaan Dana Desa ‘seperti dugaan kasus Kades ini pun sebenarnya telah sampai ke Kementerian Dalam Negeri sejak tahun 2019 lalu, seperti dilansir media Tempo.co
Ada beberapa modus dalam penggunaan dana desa yang tidak untuk peruntukannya. Berdasarkan hasil investigasi Kemendagri, melalui Direktur Fasilitas Keuangan dan Aset Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Benni Irawan menyatakan adanya maladministrasi yang dilakukan pemerintahan desa termasuk pemerintahan daerah, dengan menggunakan untuk keperluan pribadi seperti beli mobil, atau biaya pernikahan.
“Penggunaannya macam-macam, ada yang dipakai untuk beli mobil, ada yang dipakai untuk nikah lagi,” kata Benni.
Bahkan Presiden Jokowi pun telah dengan tegas mengingat kan seperti dilansir oleh media Antaranews.co berikut :
(ANTARA News) – Presiden Joko Widodo mengingatkan semua pemangku kepentingan yang terkait langsung maupun tidak langsung dengan alokasi dana desa agar tidak main-main dengan program pembangunan daerah berbasis desa tersebut.
“Semuanya tolong dicatat, jangan (pernah) main-main tentang penggunaan dana desa. Sebab kendati mata saya ini hanya ada dua, banyak `intelegent` yang akan mengawasi penggunaanya yaitu masyarakat. Sehingga jangan sampai ada laporan yang tidak baik terkait penggunaannya, apalagi langsung kepada saya ketika melakukan kunjungan kerja,” kata Presiden Jokowi saat melakukan kunjungan kerja di Trenggalek, Januari 2019.
Saat ini tim investigasi tengah menggali lebih dalam terkait isu kisah cinta Kades Lidaryadi yang disebutkan telah menikahi perempuan muda, yang menurut informasi merupakan pegawai honorer disalah satu Kantor Kecamatan di wilayah Prabumulih.
Informasi yang berhasil dihimpun pula bahwa sang Isteri Muda telah dibangunkan sebuah rumah yang berlokasi di Desa Pangkul Cambai. (Bersambung… ‘Tim Investigasi’)








