REHATNEWS, – Pandemi Covid-19 mendatangkan berkah bagi peternak ikan cupang. Di saat komoditas unggulan lainnya kurang laku terjual di pasaran, permintaan jenis ikan hias tersebut justru mengalami peningkatan.

Ketua Asosiasi Betta Sriwijaya, Abadi Rahman mengatakan, penghobi baru cupang terus bermunculan selama Pandemi berlangsung. Mereka mencari kegiatan atau rutinitas baru di saat menjalani Pembatasan Sosial karena pandemi. Hal inilah yang memicu tingginya permintaan.

“Permintaan tetap tinggi bahkan cenderung meningkat selama Pandemi ini. Rata-rata pemilik galeri mengalami peningkatan penjualan sekitar 30 persen dari biasanya,” ujar Abadi ketika dibincangi wartawan.

Harganya per ekor pun ikut terdongkrak naik. Terlebih saat ini, kata Abadi, varian ikan semakin beragam. Baik dari sisi jenis, warna maupun ukuran. Peternak telah mengembangkan varian melalui berbagai teknologi kawin silang yang dilakukan. Begitupun, bentuk ekor maupun sirip yang diinginkan.

“Per ekor saat ini paling murah bisa dibanderol Rp100 ribu. Tergantung dari variannya,” katanya.

Abadi mengatakan, secara tidak langsung ikan cupang telah memberikan andil bagi perekonomian. Pasalnya, penggiat cupang kebanyakan merupakan karyawan yang dipecat dari perusahaannya akibat krisis Pandemi.

“Beralih dari kantoran ke budidaya cupang. Ini juga salah satu alternatif untuk mengurangi jumlah pengangguran,” terangnya.(doc)