Empat Lawang – Ambruknya jembatan ponton yang berlokasi di Desa Padang Tepung, Kecamatan Ulu Musi, Kabupaten Empat Lawang.Selasa (23/3) dini hari lalu, ditanggapi oleh Bupati Empat Lawang Joncik Muhammad.
Joncik memastikan pihak ketiga yang membangun jembatan ponton tersebut bertanggung jawab membangun kembali jembatan itu hingga selesai.
Joncik menyayangkan kejadian ambruknya jembatan ponton yang pembangunannya menggunakan dana APBN tersebut. Namun, menurutnya hal itu tidak bisa dihindari dan diduga karena terjadi akibat faktor alam.
“Terakhir saya meninjau pembangunan jembatan itu sebelum ambruk dihantam arus Sungai Musi, progresnya sudah mencapai 73 persen,” kata Joncik saat ditemui di Palembang, Kamis (25/3).
Menurut Joncik, akibat dihantam arus Sungai Musi, jembatan ponton mengalami kerusakan 10-15 persen. Sehingga, target sebelum Hari Raya Idul Fitri, jembatan sudah bisa digunakan, besar kemungkinan meleset.
“Sebelumnya, mereka memastikan jembatan ponton sudah bisa digunakan saat Lebaran nanti, namun dengan kejadian ini, kemungkinan sebelum Lebaran jembatan ini belum selesai,” ujar mantan Anggota DPRD Sumsel ini.
Lanjut Joncik, terkait apakah ada tambahan biaya untuk perbaikan jembatan, hal itu diserahkan sepenuhnya kepada kontraktor, mengingat pembangunan jembatan ini menggunakan APBN.
Mereka kata Joncik, bisa saja mengajukan tambahan biaya karena ambruknya jembatan disebabkan bencana alam.
“Intinya, pembangunan jembatan ini masih tanggung jawab mereka, dan mereka mau bertanggung jawab menyelesaikan pembangunan jembatan ini hingga selesai. Sekali lagi, ini adalah bencana alam yang tidak kita duga,” pungkasnya.
Sekedar informasi, jembatan ponton yang menghubungkan dua kecamatan tersebut sebelumnya ambruk akibat dihantam derasnya arus Sungai Musi pada 4 Juli 2020 lalu.
Jembatan tersebut merupakan salah satu akses yang menghubungkan warga kecamatan Ulu Musi dan warga Kecamatan Pasemah Air Keruh (Paiker).







