REHAT – Sampah menjadi masalah utama yang dialami setiap kota. Tak terkecuali kota Palembang. Jumlah sampah baik industri maupun rumahbtangga yang dihasilkan kota Pempek perharinya mencapai 1200 sampai 1300 ton perhari. Namun yang terangkut ke TPA hanya sekitar 800 ton.
Artinya masih ada sekitar 400 ton sampah yang tercecer di setiap sudut kota. Mengatasi hal tersebut, Pemkot telah memiliki salah satu solusi pengelolaan sampah. Yakni dengan mengunakan instalasi Re-use, Reduce, dan Recycle (3R).
Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kota Palembang, Sulaiman Amin mengatakan instalasi 3 R telah diterapkan di Kelurahan Kalidoni. Menurutnya, dari pengelolaan sampah yang dilakukan, pihak Kelurahan mampu menghasilkan income Rp 10 juta perbulan. Ia menginstruksikan seluruh lurah di Palembang agar ikut berpatisipasi dalam mengelola sampah.
“Di Kalidoni ini bisa jadi contoh. Sesuai dengan keinginan Walikota dan Wakil Walikota Palembang agar setiap kecamatan ini memiliki pengelolaan instalasi bank sampah seperti Kalidoni ini,” ujarnya saat menggelar pertemuan di ruang rapat Parameswara, Rabu (8/5).
Dengan instalansi 3R yang digunakan Kalidoni, menampung sampah yang faktanya 80 persen adalah jenis sampah organik. 90 persen dari sampah organik tersebut dapat diolah kembali. Sementara 20 persen sampah non prganik. Sebagian darinya dapat dimanfaatkan kembali.
“Permasalahan utama di TPA adalah sampah plastik. Sampah plastik ini kami olah menggunakan mesin pirolisis dan converrer untuk dijadikan bahan bakar. Dari 100kg sampah plastik dapat menjadi bahan bakar sekitar 100 liter berupa solar, minyak tanah, dan premium,” katanya.
Sulaiman mengharapkan metode pengelolaan sampah dengan instalasi 3 R diharapkan mampu mengurangi sampah yang beredar di lingkungan perumahan ataupun permukiman. “Jika setiap Lurah menerapkan sistem ini permasalahan sampah setidaknya bisa berkurang. Tak hanya itu, nantinya juga masyarakat bisa mendapatkan manfaat ekonomi dari pengelolaan sampah di lingkungannya,” pungkasnya. (JAY)








