PALEMBANG – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Herman Deru, belum lama ini melakukan kunjungan ke Masjid Nurul Iman yang berlokasi di Kecamatan Kertapati, Kota Palembang. Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Herman Deru menyampaikan harapan besar agar Masjid Nurul Iman tidak hanya berfungsi sebagai pusat ibadah, melainkan juga menjadi garda terdepan dalam mencetak generasi Qur’ani yang bermental kuat di Provinsi Sumsel.
Suasana hangat dan penuh keakraban menyelimuti momen kunjungan tersebut. Di hadapan para jemaah, Herman Deru menegaskan bahwa masjid memiliki potensi yang sangat besar untuk membina umat Islam dan melahirkan lebih banyak individu yang memahami dan mengamalkailai-nilai Al-Qur’an. Beliau berharap bahwa Masjid Nurul Iman dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai pusat aktivitas sosial dan keagamaan, melampaui sekadar tempat salat.
Masjid Sebagai Pusat Pembinaan Karakter dan Moral
Gubernur Herman Deru secara khusus menyoroti pentingnya peran Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) dan Taman Pendidikan Qur’an (TPQ) yang aktif di masjid. “Saya salut dengan pengurus masjid ini karena telah memberikan kenyamanan bagi jamaah. Namun, saya juga berharap TPA dan TPQ terus aktif, bahkan jika memungkinkan dapat ditingkatkan menjadi rumah tahfidz,” ujar Herman Deru.
Menurutnya, keberadaan rumah tahfidz di masjid akan menjadi benteng moral yang kokoh sekaligus media pembinaan karakter yang efektif bagi anak-anak. Inisiatif ini selaras dengan upaya Pemerintah Provinsi Sumsel dalam mendukung program pendidikan yang berlandaskan pada nilai-nilai keagamaan. “Anak-anak kita harus memiliki bekal Al-Qur’an yang kuat. Masjid adalah tempat yang paling tepat untuk mendidik mereka agar tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya kuat iman, tetapi juga memiliki moral yang teguh,” tambahnya.
Gubernur juga menyampaikan apresiasinya terhadap kondisi Masjid Nurul Iman yang nyaman, bersih, dan sejuk, sehingga sangat mendukung kekhusyukan ibadah para jemaah. Ia memuji kinerja pengurus masjid yang telah berhasil memberikan pelayanan terbaik bagi komunitas. “Ini luar biasa. Masjid ini bersih, nyaman, dan pengelolaaya sangat baik. Saya bangga melihat kondisi seperti ini,” ucap Herman Deru.
Program Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor untuk Masyarakat
Selain menyampaikan pesan-pesan keagamaan dan pembinaan umat, Herman Deru juga memanfaatkan kesempatan kunjungan ini untuk mengingatkan masyarakat mengenai program penting laiya. Beliau mengajak seluruh warga untuk memanfaatkan Program Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor yang saat ini masih berlaku hingga akhir tahun 2025. Program ini merupakan bentuk keringanan yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Sumsel, khususnya dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.
“Bagi masyarakat yang memiliki tunggakan pajak kendaraan bermotor selama bertahun-tahun, kini cukup membayar pokoknya saja tanpa dikenakan denda. Bahkan, biaya balik nama kendaraan juga digratiskan. Ini adalah kesempatan emas yang tidak boleh dilewatkan oleh warga Sumsel,” tegas Herman Deru, mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam program ini demi tertib administrasi kendaraan dan keringanan beban finansial








