Home Pagaralam Pemkot Pagaralam Bakal Bagikan 1 Juta Bibit Stek Kopi

Pemkot Pagaralam Bakal Bagikan 1 Juta Bibit Stek Kopi

REHAT.CO.ID – Inovasi bibit stek kopi terbukti mampu meningkatkan produktifitas tanaman kopi. Namun, harga bibit yang cukup mahal membuat banyak petani enggan untuk beralih. Terkait kondisi itu, Pemkot Pagaralam berencana bakal memberikan bantuan sebanyak 1 juta bibit stek kopi kepada petani.
Walikota Pagaralam, Alpian Maskoni mengatakan kopi produksi petani Kota Pagaralam telah dikenal cukup luas. Lahan kebun kopi di Pagaralam sendiri cukup potensial untuk dikembangkan, yakni sebanyak 80 ribu hektar.
“Hanya saja, pengelolaannya masih sangat sederhana dan tradisional. Padahal, sudah lahir banyak inovasi dibidang perkebunan kopi yang bisa mendongkrak produktifitas tanaman kopi. Salah satunya yakni bibit stek kopi,” kata Alpian saat dibincangi wartawan.
Inovasi tersebut, sambung Alpian, belum banyak diterapkan petani. Selain karena proses tanam, pemeliharaan dan panen masih menggunakan cara lama, biaya untuk penerapan inovasi tersebut juga cukup mahal. Untuk satu batang bibit stek kopi, Alpian menuturkan petani harus mengeluarkan biaya sebesar Rp 3 ribu. Bayangkan, jika petani memiliki lahan seluas satu hektar. Artinya, petani harus mengeluarkan biaya antara Rp4-6 juta.
“Belum lagi ongkos tanam dan lainnya. Makanya, pemerintah nantinya akan mengambil peran dengan menyediakan bibit stek bagi petani kopi,” ucapnya.
Pembagian bibit tersebut, lanjunya direncanakan akan dilakukan 2019 mendatang. “Bibit stek yang disediakan itu sambung pucuk. Tahun pertama ini akan diberikan sebanyak 1 juta bibit gratis kepada petani,” bebernya.
Stek kopi yang didapatkan petani sambung Alpian, diharapkan dapat lebih meningkatkan pendapatan hasil kopi buat petani, karena lewat stek kopi, bisa meningkatkan kurang lebih 300% dari hasil panen bibit biasa.
“Jika selama ini, petani itu dapat 1 ton, dengan stek kopi bisa dapat 3 ton. Itu yang coba kita lakukan di tahun 2019 nanti,” bebernya.
Tidak hanya itu, distribusi hasil panen juga nantinya akan dibantu melalui eksportir dari kawasan Lampung, yakni Scopy dan Needcoffee. “Nanti akan dibuatkan koperasi yang mengkoordinir petani. Melalui koperasi inilah, petani bisa langsung memasarkan produknya,” terangnya.
Alpian juga mengharapkan nantinya kualitas produk kopi yang dihasilkan bisa terus dijaga. Sehingga, permintaan kopi Pagaralam terus mengalami peningkatan. “Tidak hanya bagaimana menghasilkan biji kopi dengan kuantitas tinggi tapi juga berkualitas. Kedepannya, petani juga bisa menjaga kualitas produknya,” pungkasnya. (DHD)