Home Kesehatan Stok Darah RSUD Sekayu Menipis

Stok Darah RSUD Sekayu Menipis

REHATNEWS, Muba – Saat ini kondisi atau stok darah di Unit Transfusi Darah (UTD) RSUD Sekayu sedikit menurun, hal ini disebabkan banyak faktor, namun faktor utama penurunan jumlah stok darah disebabkan kondisi Pandemi Covid-19.

Ketua PMI Kabupaten Musi Banyuasin melalui Kepala Markas mengatakan PMI Muba hal rutin yang biasanya dilakukan oleh PMI yakni mencari dan memfasilitasi relawan atau pendonor darah baik itu di instansi pemerintah maupun swasta. Namun, karena kondisi saat ini pandemi covid 19, aktivitas pelayanan kegiatan donor darah yang dilakukan PMI juga sedikit berkurang.

“PMI hanya fasilitasi dan mencari pendonor atau lawan yang ingin mendonorkan darah. Dalam melakukan pelayanan donor darah juga kami menggandeng pihak UTD rumah sakit RSUD Sekayu. Kemudian stok darah langsung di bawah ke UTD sekayu,” ungkap Zuhri, saat dihubungi, Kamis, (22/4).

Dikatakanya, selama kondisi pandemi covid 19 aktivitas pelayanan donor darah sedikit berkurang, sebab banyak masyarakat yang merasa sedikit khawatir jika mereka mendonorkan darah.

” Saat pandemi, aktivitas yang banyak dilakukan oleh relawan PMI yakni membatu dalam evakuasi pasien yang terkonfirmasi ,selain itu memberikan bantuan kepada keluarga pasien,”terangnya.

Tidak hanya itu PMI juga hingga saat ini terus memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam hal protokol kesehatan pada saat ada masyarakat yang menggelar kegiatan acara.

Terkait kondisi stok darah yang saat ini berada di UTD RSUD Sekayu, dari hasil konfirmasi pihak UTD Sekayu stok darah yang ada saat ini ada sekitar 27 kantong darah terdiri dari darah golangan A sebanyak 8 kantong, golongan darah B 8 kantong dan golongan darah AB 3 kantong serta golongan darah O 8 kantong.

“Untuk jumlah stok darah har ini jumlahnya sebanyak 27 kantong, namun jumlah itu masih fluktuatuf artinya bisa bertambah atau berkurang,” terangnya.

Zuhri menyebut, sebelum pandemi covid 19 stok darah rata-rata bisa mencapai 100 kantong,Namun saat pandemi covid 19 yang saat ini masih mewabah berpengaruh terhadap stok darah penurunan stok daraj sendiri cukup drastis. Namun PMI akan terus membantu agar kebutuhan stok darah di UTD RSUD Sekayu bisa terpenuhi.

Lanjutnya, PMI akan terus berupaya, untuk memenuhi kebutuhan stok darah di Sekayu, Kami sudah melalakukan sosialisasi kepada masyarakat meski dalam kondisi pandemi covid-19 . Namun, adanya kegiatan vaksinasi yang saat ini masih terus dilakukan, menambah penurunan angka jumlah stok darah di UTD.

“Sesuai surat ederan dari PMI pusat, Calon pendonor darah sudah bisa mendonorkan darah 2 minggu setelah mendapatkan vaksin Covid-19 dosis kedua. Mudah-mudahan pandemi covid 19, cepat berlalu sehingga aktivitas pelayanan donor darah kembali dilakukan secara rutinitas oleh PMI dengan menggandeng UTD RSUD Sekayu,”imbuhnya.

Terpisah, kepala ruangan unit tranfusi darah (UTD) RSUD Sekayu dr Melani mengatakan untuk saat ini jumlah stok darah di UTD per tanggal 22 april 2021 pukul 17.30 wib yakni sebanyak 27 kantong dengan jumlah masing- masing golongan darah A 8 kantong, golongan darah B 8 kantong, golongan darah O 8 kantong dan AB 3 kantong. Jumlah stok darah tersebut, menurun. Hal itu disebabkan karena kondisi saat ini pandemi covid 19.

“Untuk kebutuhan darah sendiri dalam satu bulan rata – rata lebih dari 300 kantong. Untuk kebutuhan terbanyak tahun ini dibulan januari yakni 381 kantong,”ungkap dr Melani.

Ia menyebut, dalam satu hari, kebutuhan darah di UTD masih fluktuatif.Khusus Pendonor sukarela masih sangat berkurang. Sementara, komposisi terbanyak yang melakukan donor darah ditujukan untuk keluarga/kerabat.

“pendonor sukarela kurang dari 5 orang per hari, bahkan kadang tidak ada,”bebernya.

Ia menerangkan, banyak masyarakat bertanya apakah sudah melakukan vaksinasi boleh melakukan donor darah, ia menjelaskan bagi maayarakat atau pendonor yang sudah melakukan vaksinasi hingga tahap ke dua diperbolehkan.

“Rekomendasi terbaru perhimpunan dokter spesialis penyakit dalam indonesia (PAPDI). (tanggal 18 maret 2021) adalah 3 hari pasca vaksinasi apabila tidak terdapat efek samping vaksinasi untuk donor darah lengkap (whole blood),”tukasnya.