Home OKU Timur Herman Deru Letakan Batu Pertama Pembangunan Masjid Taqwa di OKU Timur

Herman Deru Letakan Batu Pertama Pembangunan Masjid Taqwa di OKU Timur

REHAT – Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru didampingi Bupati OKU Timur HM. Kholid Mawardi melakukan Peletakan Batu Pertama pembangunan Masjid Taqwa Pujo Rahayu Kecamatan Belitang, Sabtu (7/9) pagi.

Untuk kelancaran pembangunan masjid Taqwa desa Pujo Rahayu ini, Herman Deru berkenan menyerahkan sumbangan uang tunai Rp 50 juta. Dalam arahannya, Herman Deru menyebutkan ada 3.500 desa di Sumsel salah satunya desa Pujo Rahayu. Desa ini lanjut dia, tidak bisa dilupakan karena memiliki historis tersendiri bagi dirinya.

Karena itu dia mengingatkan pengurus masjid untuk mengedepankan kualitas bangunan termasuk fasilitas penunjang lainnya. Pengurus masjid dimintanya memperhatikan fasilitas penunjang seperti tempat wuduk, sirkulasi udara dan  masjid jangan dikunci agar banyak jemaah yang mampir melakukan sholat. “Tidak ada guna masjid bagus kalau masjidnya di kunci. Saya sering menjadi musafir mau sholat masjid dikunci. Berdosa kita,” tegas Herman Deru.

Dalam pembangunan masjid ini harus cepat diselesaikan agar segera digunakan sholat lima waktu. Di samping itu dia meminta para pantia pembangunan untuk memperhatikan secara betul titik arah kiblat.

“Kiblat jangan sampai salah.  Karena jika kiblat tidak benar akan membawa dampak yang panjang. karena itu panggil petugas dari Kementerian Agama untuk menentukan arah kiblat,” tambahnya sembari meminta dalam masa pembangunan panitia jangan sampai meminta sumbangan di jalanan.

Sementara itu, Bupati OKU Timur HM. Kholid Mawardi dalam sambutan menegaskan, masjid ini memiliki sejarah panjang bagi dirinya dan  Gubernur dimana saat berpasangan mencalonkan diri menjadi Bupati dan Wakil Bupati OKU Timur tahun 2005 lalu masjid ini merupakan saksi sejarah. Karena itu dia berjanji akan membatu pembangunan masjid ini.

Dilain pihak Tohir, S.Pdi selaku ketua penitia pembangunan masjid Taqwa dalam laporannya menyebutkan, masjid ini berdiri sejak Tahun 1950. Telah mengalami dua kali renovasi dan rehap. Namun sejalan dengan bergulirnya waktu warga berniat untuk melakukan pembangunan ulang dengan dana awal dari kas masjid Rp 500 juta. Adapun dana yang dibutuhnan Rp 2,8 Milyar. “Karena itu dia mohon  dukungan Gubernur agar masjid ini terselesaikan tepat waktu yang ditandai dengan peletakan batu pertama ini,” pungkasnya.