Home Hukum Ajukan Praperadilan, Shinta Fellaroza Minta Kasus Dugaan Penggelapan Dilanjutkan

Ajukan Praperadilan, Shinta Fellaroza Minta Kasus Dugaan Penggelapan Dilanjutkan

Dr Darmadi Djufri dan Associates Law Firm selaku kuasa hukum pemohon Shinta Fellaroza

Palembang, – Pengadilan Negeri (PN) Palembang Kelas 1A Khusus melalui hakim tunggal Touch Simanjuntak SH MH, Rabu (5/5) menggelar sidang perdana praperadilan penghentian penyidikan (SP3) oleh pihak Polda Sumsel atas laporan pemohon praperadilan Shinta Fellaroza.

Dalam sidang yang beragendakan pembacaan permohonan pihak pemohon dihadiri oleh tim kuasa hukum dikomandoi Darmadi Djufri SH MH serta turut dihadiri pihak termohon dalam hal ini melalui Bidkum Polda Sumsel Kompol Asep.

Dalam permohonan praperadilan ini, Darmadi Djufri mempertanyakan mekanisme SP3 penyidikan oleh Polda Sumsel sebagaimana terlampir dalam nomor SP.Dik/49.b/IV/2021/Ditreskrimum tertanggal 20 April 2021 dinilai cacat hukum dan tidak sesuai prosedur serta adanya banyak kejanggalan dalam proses tersebut.

Darmadi menyebutkan beberapa kejanggalan diantaranya yakni penanganan perkara yang cukup terlalu lama yang mana kliennya telah melapor ke SPKT Polda Sumsel sejak tanggal 21 Februari 2020 silam.

“Bahwa terhadap laporan yang diajukan lebih dari satu tahun seperti mangkrak hingga saat ini belum ada penetapan tersangka,” ujar Darmadi didampingi tim kuasa hukum lainnya ditemui usai sidang.

Selain itu, lanjut Darmadi kejanggalan lainnya yakni saat pemeriksaan saksi-saksi yang di panggil oleh pihak penyidik Polda diduga tidak sesuai prosedur dan hanya sepihak tanpa diketahui pihak pelapor dan dalam laporan itu disebutkan bahwa tidak cukup barang bukti sehingga kasus itu dihentikan.

Ia menjelaskan awal mula perkara yang dilaporkan kliennya tersebut dugaan tindak pidana penggelapan dalam jabatan yang dilakukan pihak pengelola yayasan Al Azhar berinisial i sebagai terlapor yang patut diduga kliennya mengalami kerugian lebih kurang Rp 7,6 miliar.

“Kami berharap hakim dapat mengabulkan permohonan praperadilan yang kami ajukan, menggugurkan SP3 Polda sumsel dan melanjutkan proses penyidikan perkara ini,” tandasnya.

Menanggapi gugatan tersebut pihak termohon dari Bidkum Polda Sumsel Kompol Asep meminta waktu untuk menyusun jawaban atas gugatan tersebut dan akan disampaikan Kamis (6/5).

Persidangan akan dilanjutkan pada Kamis (6/5) besok dengan agenda jawaban dari pihak terlapor dalam hal ini Polda Sumsel melalui kuasa hukum Bidkum Polda Sumsel.