Home Olahraga Serunya Gowes Bareng Komunitas Sepeda di Palembang

Serunya Gowes Bareng Komunitas Sepeda di Palembang

Komunitas sepeda Zona Km saat Gowes Bareng

REHATNEWS – Olahraga sepeda kian digandrungi masyarakat Indonesia, termasuk di Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel). Sejumlah komunitas sepeda terus bermunculan seperti yang terlihat dijalan-jalan di kota Palembang.

Komunitas Gowes Zona KM misalnya, yang rutin menggelar gowes bareng setiap minggunya bersama pecinta sepeda.

Pengurus Komunitas Gowes Zona KM, Ricky mengatakan, gowes bareng bersama teman satu komunitas rutin dilakukan minimal satu minggu sekali.

“Biasanya gowes sama teman-teman komunitas. Yah, minimal seminggu sekali,” ucap Ricky.

Komunitas Gowes Zona KM sendiri tidak membatasi jenis sepeda dan juga latar belakang anggota. Bagi komunitas yang telah terbentuk pada awal 2020 ini siapapun boleh ikut bergabung asalkan punya sepeda dan hobi bersepeda.

“Semua jenis sepeda bisa gabung, pokoknya yang hobi gowes. Karena kita inginnya dari sepeda ini bertambah teman dan bisa silaturahmi,” kata pria lajang ini.

Menurut Ricky, bersepeda saat ini bukan hanya sekedar olahraga untuk menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh dimasa pandemi covid-19. Bersepeda juga sudah menjadi gaya hidup masyarakat perkotaan.

Bahkan beberapa orang, sudah menjadikan sepeda sebagai alat transportasi menuju tempat kerja. Istilahnya bike to work.

“Banyak juga teman teman kita yang berangkat kerja pakai sepeda, sekarang kan lebih simpel, ada sepeda lipat, bisa naik LRT,” tukasnya.

Senada dengan Gowes Zona KM,  komunitas sepeda Gowes Peh juga demikian.

Menurut Pengurus Komunitas Sepeda Gowes Peh, M Bobby Bangsawan banyak hal yang didapat dari olahraga bersepeda, selain sehat juga bisa bersosialisasi dengan banyak orang utamanya yang hobi bersepeda.

“Bersepeda kini sudah menjadi style selain menyehatkan dengan bersepeda sekaligus kita dapat bersosialisasi dan berinteraksi dengan orang lain,” ucap Bobby.

Bobby, mengatakan, terdapat ratusan anggota yang tergabung dalam komunitas Gowes Peh. Dengan beragam latar belakang, mulai dari pelajar, mahasiswa, karyawan swasta dan lainnya. Sepeda yang dipergunakan anggota komunitas ini jenisnya juga beragam mulai dari MTB, Road Bike dan lainnya dengan kisaran harga antara Rp2 jutaan hingga Rp9 jutaan.

“Kalau di kalangan goweser istilah untuk pelaku gowes ada sebutan anak musiman. Artinya anggota yang memulai untuk bersepeda,” ucapnya.

Nah, bersepeda di masa pandemi Covid-19 ini menurut Bobby para anggota Komunitas Gowes Peh juga diingatkan untuk selalu mentaati protokol kesehatan (prokes). Mulai dari mengenakan masker, mencuci tangan hingga menerapkan social distance selama bersepeda dan sesudahnya atau saat istirahat.

“Selain itu sebelum gowes bareng biasanya kami juga briefing. Harus selalu bersepeda dalam satu baris termasuk mematuhi peraturan lalu lintas itu kudu dilakukan meski kita bersepeda,” jelasnya.

Terkait penyediaan fasilitas bagi pesepeda, diakui Bobby saat ini belum sepenuhnya dilakukan. Diantaranya ketersediaan lahan parkir khusus pesepeda yang baru ditemukan di Social Market Jl Veteran.

“Ke depan perlu difikirkan bagaimana di setiap tempat-tempat keramaian ada parkir khusus sepeda. Saya kira para goweser tidak keberatan dikutip biaya parkir asalkan untuk PAD tapi dengan fasilitas yang memadai,” jelasnya.